silahkan klik download link materi praktikum NT Unggas dari bu Dwi dan Bu Widya

PENGENALAN BAHAN PAKAN.ppt
Prakt ntu 1.ppt
Prak NTU 3.ppt

theme song mpf_FAPET46 bisa d’download via 4shared!!!
dengan URL :
http://www.4shared.com/audio/pRAGiTon/better_generation__mp3_.html

yang mau slide UAS PERAH silahkan buka email kelas qt d GMAIL.COM lalu d’tab kosong /tab baru copy link di bawah ini

https://mail.google.com/mail/?ui=2&ik=c3e07667f4&view=att&th=1293fe91cdb1ad0c&attid=0.1&disp=attd

https://mail.google.com/mail/?ui=2&ik=c3e07667f4&view=att&th=12940046256c73ae&attid=0.5&disp=attd

https://mail.google.com/mail/?ui=2&ik=c3e07667f4&view=att&th=12940046256c73ae&attid=0.4&disp=attd

https://mail.google.com/mail/?ui=2&ik=c3e07667f4&view=att&th=12940046256c73ae&attid=0.3&disp=attd

https://mail.google.com/mail/?ui=2&ik=c3e07667f4&view=att&th=12940046256c73ae&attid=0.3&disp=attd

https://mail.google.com/mail/?ui=2&ik=c3e07667f4&view=att&th=12940046256c73ae&attid=0.1&disp=attd

IPB Badge

IPB Badge
“ngeNET yuk..” ajak Zila ke gW, gw tanya : “mu ngeneT dmn emg?”.
“d’kampuZ lah…” jawab Zila, “kan lumayan FREE..” tambahnya,
“orang tiap semstR kdu bayar ##ribu, koq Lw blg Free??, Lgian ga bsa BUka ##, ma U####, males ah..” sangkaL gw.

“mending ngeneT d MaLL aj, bnr2 FREE, ya kan?! sXan ngecEng, hehe” si MoLy ikutan nimbrUng..

“Cuy, jgn2 Lw lupa lg, kalo kmpZ qt jauh dr MaLL!!!” sanggah gW, “berat diOngkOs CuYY…”.

to be Continued..>>>

TERJEMAHAN IPN

Pengaruh Makanan Terhadap Komposisi Susu

Protein susu dipengaruhi oleh

  • Energi pakan : Jumlah protein microbial, dan penggunaan asam amino untuk sintesis glukosa
  • Tingkat protein pakan dan kualitas, menunjukkan respon inkonsistensi pada protein susu. Jika terjadi kekurangan protein atau asam amino, jumlah produksi susu lebih terpengaruh dibandingkan jumlah protein susu.

REKAYASA BIOSINTESIS PRODUK

Telur Omega

  • Lipid spesifik dapat dimodifikasi pada kuning telur dengan meningkatkan proporsi asam lemak bermanfaat dan meningkatkan vitamin larut lemak pada pakan ayam petelur.
  • Telur omega mengandung asam n-3 asam lemak dan mengalami penurunan asam lemak jenuh. Ayam petelur yang diberi pakan asam lemak tak jenuh tinggi akan mengubah asam linoleat menjadi DHA dan disimpan dalam bentuk n-3 asam lemak di kuning telur.

Pentingnya Asam lemak Omega 3 Pada Manusia

  • Perubahan komponen lemak pada pakan dapat mengubah komponen asam lemak pada telur
  • Minyak Canola dikenal sebagai sumber asam lemak yang baik. Sebanyak 5% minyak canola yang diberikan pada pakan yang berbasis jagung dan bungkil kedelai, dapat meningkatkan asam lemak omega-3 pada kuning telur.
  • Asam linoleat dapat diubah menjadi asam lemak omega-3 yang lebih panjang seperti asam  eicosapentanoat (EPA, C20:5), asam docosapentanoat (DPA, C22:5) dan asam docosaheksanoat  (DHA, C22:6) pada unggas melalui perpanjangan dan jalur pentidakjenuhan, yang dapat memperkaya kuning telur dengan omega-3.
  • Omega-3 dapat menurunkan penyakit kardiovaskular, antitrombic, dan arthritis.
  • Menurunkan kolesterol dan resiko penyakit jantung koroner.

DAGING

  • Tingkat Pemberian Pakan dapat mempengaruhi besarnya deposit lemak pada jaringan tubuh ternak.
  • Pemberian pakan secara ekstensif dapat menurunkan serat otot pada sapi sedangkan pemberian pakan secara intensif dapat meningkatkan serat otot pada sapi dari 140 hari sampai 500 hari.
  • Manipulasi lemak pakan dapat lebih efektif terjadi pada hewan non ruminansia dibandingkan dengan hewan ruminansia.
  • Pada ruminansia, asam lemak tak jenuh rantai panjang secara ekstensif mengalami biohidregenasi oleh mikroba rumen menjadi asam lemak jenuh.
  • Namun, sebuah penelitian menyatakan bahwa EPA dan DPA tidak diubah menjadi asam lemak jenuh oleh mikroba rumen.
  • Pemberian linseed dan minyak ikan dapat meningkatkan jumlah asam lemak n-3 pada otot longisimus.
  • Penggemukan dengan dikandangkan dan dipelihara di pasture akan menghasilkan asam lemak yang berbeda pada daging ternak.
  • Rasa dari daging ternak akan lebih gurih jika digemukkan dengan cara dikandangkan.
  • Jumlah total lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh akan tidak mempengaruhi asam lemak intramuscular.
  • Lemak intramuscular pada daging lebih baik bagi kesehatan ruminansia jika dipelihara di pastura dibandingkan dengan cara dikandangkan karena jumlah asam lemak n-3 menjadi lebih tinggi.

REKAYASA BIOSINTESIS PRODUK SUSU

  • Padatan susu terdiri atas lemak, protein, laktosa, dan mineral-mineral.
  • Nilai kadar lemak normal berkisar antara 3,7% (Jersey) sampai 4,9% (Holstein). Laktosa berkisar antara 4,6-4,8% pada seluruh jenis, persentase mineral rata-rata 0,74%.
  • Harga susu ditentukan ditentukan berdasarkan lemak dan protein. Persentase lemak susu yang normal menggambarkan rumen dan sapi yang sehat. Protein susu memiliki nilai ekonomi karena protein susu yang tinggi menghasilkan jumlah keju yang tinggi pula.

Bagaimana cara merubah padatan susu?

  • Faktor yang mempengaruhi komposisi susu adalah, genetic, kurva laktasi, tingkat produksi susu, umur ternak, lingkungan, penyakit, dan nutrisi. Sebanyak 55% ditentukan oleh genetic dan 45 % ditentukan oleh factor lingkungan.
  • Peningkatan konsumsi pakan dapat meningkatkan jumlah protein susu sebanyak 2-3 unit. Sapi yang berproduksi tinggi diharuskan mengkonsumsi 3,6%-4% bahan kering.
  • Sapi dengan produksi tinggi menghasilkan susu yang lebih tinggi ketika diberikan suplemen lemak.
  • Minyak nabati dapat mengurangi biohidrogenasi sehingga dapat terjadi peningkatan asam lemak pada produk ternak.
  • High Oil Corn menerima pati yang lebih sedikit dan menurunkan resiko asidosis.
  • Pakan dengan sumber utama jagung tidak mempengaruhi konsentrasi protein atau lemak produk susu.
  • Pakan dengan hijauan tinggi dapat menurunkan produksi susu dan meningkatkan persentase lemak susu.
  • Konsentrasi asam lemak rantai panjang, asam lemak rantai panjang, dan asam lemak total 18:1 dapat lebih tinggi ketika sapi diberi pakan High oil corn namun tidak berpengaruh ketika sapi diberi pakan tinggi hijauan.
  • Asam lemak n-3 tidak dipengaruhi oleh sumber pakan kaya minyak jagung maupun hijauan.
  • Pemberian High Oil corn meningkatkan konsentrasi asam lemak rantai panjang, asam lemak tak jenuh, transvaccenic, dan CLA (asam lemak terkonjugasi) pada susu.

GANGGUAN METABOLIS PADA TERNAK

  • Gangguan metabolis pada ruminansia adalah, ketosis, bloat, milk fever, asidosis, hati berlemak, displaced abomasums, endometritis, laminitis, dan abses hati (liver abses)
  • Gangguan metabolism dapat terjadi karena kurangnya kesejahteraan ternak dan asupan nutisi yang tidak sesuai.
  • Gangguan metabolime mengakibatkan kerugian secara langsung dan dapat pula mempengaruhi produksi, reproduksi, kualitas produk, dan kondisi ternak yang rentan terhadap penyakit.

Ketosis

  • Ketosis subklinis ditandai dengan meningkatnya jumlah konsentrasi badan keton.
  • Ketosis subklinis mengakibatkan kerugian ekonomi secara langsung dengan menurunkan produksi susu dan secara langsung meningkatkan resiko displaced abomasums.
  • Tes standar untuk mengetahui ketosis subklinis adalah tingkat beta-hydroxybutyrate (BHBA). Konsentrasi BHBA sebanyak 1400µmol/l dapat dinyatakan sebagai ketosis.
  • Acetoacetat juga digunakan sebagai tes ketosis. Namun bukan merupakan bahan indicator uji ketosis yang baik karena tidak stabil.

Ketosis tipe I

  • Disebabkan oleh sapi yang berproduksi tinggi dan sapi dengan aliran energy yang tinggi.
  • Sapi dapat menggunakan propionate sebagai precursor glukosa.
  • Pada ketosis tipe I (diabetes mellitus) terjadi karena jumlah insulin dalam tubuh yang rendah karena adanya gangguan pancreas karena hipoglikemia kronis karena kekurangan precursor glukosa.

Ketosis Tipe II

  • Diikuti dengan keseimbangan energy negatif dan memobilisasi lemak pada saat melahirkan.
  • Ketosis tipe II mengakibatkan hati berlemak. Lemak diinfiltrasi ke hati secara besar-besaran saat melahirkan.
  • Hati berlemak akan mengganggu kapasitas glukoneogenesis pada hati pada minggu pertama sampai kedua pasca melahirkan.
  • Pada Ketosis Tpe II disebut juga dengan diabetes mellitus tipe II. Pada kondisi ini glukosa darah tinggi dan kadar insulin darah juga tinggi. Gangguan metabolism terjadi karena adanya resistensi insulin dengan penyebab utama kegemukan. Akumulasi lemak dalam tubuh mengakibatkan resistensi insulin.

Milk Fever (Hypocalcemia)

  • Utamanya terjadi saat laktasi
  • Milk fever mengakibatkan kematian, produksi menurun, waktu produksi menurun, dan biaya perawatan dan pencegahan meningkat
  • Sapi lebih sering dalam posisi duduk, terjadi kelemahan otot, diikuti dengan koma dan kematian.
  • Kaki dingin, telinga dingin, sembelit, denyut jantung terdengar lemah dan cepat yang diakibatkan oleh rendahnya kadar kalsium darah. Bloat umumnya terjadi karena gas tidak dapat keluar dalam kondisi duduk.
  • Penyebab utamanya (80%) adalah kurangnya asupan kalsium selama produksi susu dan kolostrum yang tinggi.
  • Sapi dengan umur tua lebih mudah terkena milk fever.
  • Manajemen sapi kering sangat penting untuk mencegah milk fever.
  • Sapi gemuk lebih rentan dibandingkan sapi kurus. Hal ini disebabkan karena sapi gemuk membutuhkan kalsium yang lebih tinggi dan sapi gemuk lebih banyak memproduksi susu dibandingkan sapi kurus.
  • Pada awal laktasi sapi seharusnya mendapatkan asupan kalsium yang tinggi.
  • Penyembuhan, pemberian 300 ml atau 40% kalsium boroglukonat
  • Dikomninasikan dengan magnesium, fosfat, dan dekstrosa yang dapat mengalami penurunan selama terjadinya milk fever.
  • Alat injeksi harus dalam keadaan steril.
  • Sapi dalam proses penyembuhan tidak diperah selama 24 jam, serta jumlah pemerahan ditingkatkan secara perlahan-lahan selama 3-4 hari setelah penyembuhan.
  • Pencegahan, dapat dilakukan dengan manajeman pakan yang baik, pemberian makanan tinggi energy dan rendah kalsium 1-2 minggu sebelum melahirkan. Deteksi awal penyakit pada ternak.
  • Pemberian vitamin D3 2-8 hari
  • Injeksi kalsium borogluconat.

Bloat

  • Merupakan penyakit pencernaan yang ditandai dengan akumulasi gas dalam rumen dan reticulum.
  • Produksi gas merupakan hasil normal dari proses fermentasi yang umumnya dikeluarkan melalui sendawa.
  • Gas-gas tersebut berbentuk busa sehingga menghalangi sapi untuk mengeluarkan gas.
  • Dapat terjadi 15 menit setelah merumput.
  • Ditandai dengan seringnya pengeluaran kotoran dan urin. Jika tidak ditangani dengan cepat dapat mengakibatkan kematian karena sapi tidak dapat bernapas dan jantung berhenti berdenyut.
  • Bloat dapat terjadi pada ternak yang diberi makan hijauan dengan serat rendah dan protein tinggi. Umumnya terjadi pada ternak yang diberi makan legume muda.
  • Biasanya terjadi pada awal ternak dilepas di pasture.
  • Jarang terjadi pada ternak yang diberi makan rumput.
  • Sisa embun dan hujan dapat mengakibatkan bloat pada ternak.

Asidosis

  • Diakibatkan oleh ternak yang diberikan pakan tinggi konsentrat (≥75%)
  • Tingginya karbohidrat akan mempercepat proses fermentasi dan menghasilkan asam tinggi pada pencernaan ruminansia sedangkan kapasitas buffer saliva tidak meningkat. Saluva diproduksi bukan karena tingginya asam pada pencernaan ternak namun karena adanya hijauan pada pakan. Saliva disekresikan selama proses mengunyah.
  • Asidosis mengakibatkan konsumsi pakan menurun pada ternak.
  • Sel epitel pada rumen tidak dilindungi dengan mucus sehingga kadar asam yang tinggi dapat mengakibatkan luka pada pencernaan.

GANGGUAN METABOLISME PADA UNGGAS

Ascites

  • Merupakan kondisi tingginya cairan ascetic (kombinasi cairan limfa dan plasma darah dari hati) yang berakumulasi pada rongga tubuh.
  • Mengakibatkan kematian pada ayam broiler. Jika ternak dapat bertahan, kualitas karkasnya tergolong rendah.
  • Sindrom ini disebabkan oleh tingginya tekanan  darah pada jantung dan paru-paru dan mengakibatkan gagal jantung sebelah kanan, meningkatnya tekanan darah di vena, kelebihan cairan di hati yang dapat berakumulasi di rongga tubuh.
  • Ditandai dengan panting karena kelebihan cairan di rongga tubuh.
  • Kulit kebiru-biruan pada jengger

  • Alternatif solusi ascites adalah dengan pembatasan pakan
  • Bentuk pakan, menurunkan intake pakan dapat menuunkan kasus ascites
  • Pakan bentuk pellet memiliki komposisi nutrient tinggi.
  • Pakan bentuk mash menurunkan terjadinya ascites pada ayam starter
  • Komposisi pakan, pakan dengan komposisi energy tinggi, protein tinggi, dan pakan bentuk pellet dapat mengakibatkan ascites
  • Membatasi akses pakan dengan mengatur penerangan.
  • Ascites dapat pula menyebabkan sudden death syndrome

Sudden death syndrom

  • Disebabkan oleh penyebab yang tidak diketahui.
  • Dapat disebabkan oleh asidosis asam laktat dan terjadi (70%) pada hewan jantan.